24 March 2009

Minggu malam Bersama Slamet Rahardjo




Kenapa acara di TVRI tidak ada yang berkualitas? Tidak ada yang bagus? Tak ada yang laik tonton?

Tak ada yang aneh sepertinya jika setiap orang juga memendam pertanyaan yang sama seperti di atas. Saya sendiri nonton TVRI hanya karena beberapa alasan. Pertama, saya menonton TVRI jika sudah bosan dengan borbardir iklan yang bertumpuk di tv swasta. Karena saya tahu di TVRI tak terlalu banyak iklan, maka saya beralih ke TVRI. (Kenapa di TVRI tak banyak iklan ? mungkin jika ada iklan takut tersaingi. Ini ko iklannya lebih bagus dari acaranya. hehehe)
Alasan kedua, saya nonton TVRI ketika saya sulit tidur. Nonton TVRI bikin ngantuk!

Tapi tunggu dulu. Ternyata tidak semua acara di TVRI jelek ko. Ada yang bagus bahkan (menurut saya) wajib tonton. Diantaranya Oshin dan Minggu Malam Bersama Slamet Raharjo (MMBSR). Berbeda dengan MMBSR saya terkadang nonton Oshin hanya untuk romantika masa kecil saja.

Sebelum menikmati acara MMBSR, harap diingat bahwa acara ini diproduksi oleh TVRI. Oleh karena itu, harap beberapa maklum, misalnya, apabila panggung dan latar panggung yang kurang menarik dan cerah, apabila penataan lampu yang, entah kenapa, cahayanya membuat suasana dingin dan pucat, atau apabila suara yang tidak stabil dan bahkan terkadang tidak terkendali, atau gambar yang kadang bergoyang. Tambahan juga slide opening dan jeda yang kaku, dan lain-lain dan lain-lain.. (Anda bisa menambahkan daftar tersebut jika sudah nonton...). Jadi, setelah memaklumi hal-hal diatas tadi maka barulah anda bisa menikmati acara ini.

Sesuai dengan judulnya acara ini memang dibawakan oleh Slamet Raharjo, Seorang aktor senior dan sutradara kawakan. Acara ini adalah acara dialog dengan membahas tema-tema kontemporer yang berada di sekitar kita. Dengan menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten namun tetap diformat dalam sebuah obrolan ringan. Obrolan warung kopi. Dan dengan kapasitas sebagai seorang sutradara, Slamet Raharjo mampu mengkolaborasikan tiap narasumber agar tetap berjalan sesuai dengan tema.
acara menjadi lebih segar karena Mas Slamet raharjo ditemani seorang seniman, penulis, Arswendo Atmowiloto. maka semakin riuhlah obrolan Minggu Malem bersama Slamet Raharjo.

Dari semua itu sehabis nonton MMBSR saya selalu dibuat optimis.
Sebab hidup dinegeri ini, seperti yang selalu tersirat dalam setiap acara dan dialognya, banyak noda namun toh pada akhirnya harus kita sadari bahwa coreng-moreng ini juga adalah muka kita sendiri. Yah..wajah Indonesia. Hujan batu dinegeri sendiri itu lebih baik...
Banyak masalah namun toh pada akhirnya akan selalu kita trima dengan lapang dada, sebagai bagian proses dalam menjadi sebuah bangsa yang lebih baik.

Seperti potongan puisi Goenawan Muhamad yang suatu kali pernah dikutip oleh Slamet Raharjo.

Bersiap kecewa
bersedih tanpa kata-kata


Bravo Indonesia!!

dari catatan lama.

2 comments:

I Gst. Gde said...

Saya sangat salut sama Pak Slamet Raharjo atas acara yang Beliau bawakan, acara acara seperti inilah yang diperlukan bangsa ini. Lanjutkan Pak...semoga TVRI terus berbenah diri dengan acara acara berkualitas seperti ini

A Prijatman said...

Mas Raharjo, saya "angkat topi" utk acara-acaranya, dan terimakasih TVRI.
Kiranya mungkin saya bisa berbagi konsep ttg "Demokrasi Bhineka Tunggal Ika", saya bisa luangkan waktu tuk ber-bincang2 hal tsb.
Salam hangat,
A Prijatman
18 Januari 2011