20 February 2010

Kita.


“Indah bukan?” Tanyaku pada perempuan yang berada di sisiku..

“Iya”. Jawabnya.
Matanya menatapku sebentar, seperti mengatakan “terima kasih sudah membawaku kemari”, Kemudian matanya kembali menyapu hamparan pemandangan yang ada di bawah. Dari tempat kami berdiri, pemandangan di bawah sana memang menakjubkan.

“Belum pernah ke sini sebelumnya, kan?” lanjutku, mencoba mencari tau apa arti tatapan “terima kasih”nya itu.

Kemudian ia memberikan jawaban yang mengejutkanku.
“Sudah. Dulu. Satu kali.”
“Kita makan di tempat yang tadi, berhenti di sini, tepat berdiri di sini, lalu kita pulang.”

“Kita!?” suaraku terdengar parau dan hampa. Mencoba mencari tau siapa orang yang berada di antara kami berdua sekarang.
“Maksudnya kamu sama aku?” aku mencoba memastikan, namun pertanyaan tersebut terasa konyol di telingaku. Tak mungkin ia salah menyebut kata “kita”. Ia seorang penyair.

“Bukan..” katanya, dengan tenang. setenang lembah yang ada di bawah sana.
Ia lalu menyebutkan namanya sendiri lalu nama mantan pacarnya.

Dari tempatku berdiri, tiba-tiba seperti ada belati yang menusuk tepat di jantungku berkali-kali.

4 comments:

mbahjiwo said...

ini ide dulu trus gambar, apa gambar dulu trus ngide??

btw, ini punyaku : http://mbahjiwogoblog.wordpress.com/2010/02/20/aku-mencarimu-aku-masih-mencarimu/

Oyen said...

pengalaman dulu trus gambar mbah...

idenya paling nyomot punya orang, masih untung bisa nyomooot....

*rasain, Oyen balezzz...ARGHHHH !!!*

kikakirana said...

hehehe,,,, bagus kan masih mau jujur xixiixixe :P

Bambang Trismawan said...

MJ< punya cerita. terus kebetulan nemu gambar itu. ya udah saya pajang. keren soalnya.

Oyen< no komen ah.
#siap2 cari sandal buat ngelempar#

Kika< sayamah lebih baik diboongin dah.. :P