01 April 2007

dibawah tekanan

Sekitar tahun 1778, bertempat di Inggris muncullah sebuah
karya yang menggemparkan dan terus menjadi perbincangkan dan
perdebatan penduduk Inggris saat itu. Yaitu karya hasil penelitian
Malthius yang berjudul "An Essay on the principle of populations as
it Affects the Future Improvement of Societyditulis" menyampaikan
bahwasanya kemampuan manusia untuk tumbuh (the power of population)
akan tumbuh mengalahkan kemampuan bumi untuk menyediakan kebutuhan
manusia (the power in the earth). Dan bagi Negara Inggris, yang hanya
mempunyai segumpal tanah, ketidakmampuan bumi menghasilkan energi
berarti adalah sebuah bencana; kelaparan, penderitaan dan kiamat.

Seperti manusia pada umumnya dalam menyikapi suatu masalah,
di Inggris pun manusia terbagi dua kelompok dalam merespon karya
penelitian Malthius. pertama adalah kelompok yang pesimis yang
kemudian mengekspresikan tindakannya dengan mencaci, mengutuk,
melakukan protes-protes terhadap kerajaan dan hidup dalam ketakutan
yang berlebihan. Satu kelompok lain disebut dengan kelompok optimis,
Kelompok ini mengambil langkah awal untuk segera mencari jalan keluar
dari masalah yang akan dihadapi.

Tindakan pertama yang diambil oleh kelompok optimis adalah masuk ke
kotak ketidaknyamanan dan melanjutkan hidupnya dengan melakukan
serangkaian penelitian dan terus berusaha untuk keluar dari kotak
ketidaknyamanan. Akhirnya dari kelompok inilah solusi atas masalah
yang menyelimuti Inggris muncul. Dari kelompok inilah tekanan yang
berat tersebut berhasil ditranformasi menjadi sebuah energi untuk
menciptakan karya-karya besar yang menggetarkan sejarah.

Berkat orang-orang optimis inilah Inggris kemudian berevolusi
dari kerajaan yang kecil tampil kemuka memimpin dunia dengan tiga
kekuatan besarnya yaitu Emigrasi, Revolusi Pertanian dan Revolusi
Industri. Tidak hanya itu, dengan cepat Inggris mampu kemudian
menjadi sebuah kerajaan yang bukan saja solid di Eropa namun mampu
menginvasi Negeri-negeri di belahan dunia lain.

Tampaknya memang demikian. Sejarah selalu bercerita bahwa
karya-karya besar hanya dapat tumbuh besar dari ladang-ladang yang
penuh tekanan. Karya-karya jenius lahir dari rahim yang penuh
tekanan.

Tekanan dan karya seperti terhubung dalam pipa Letter U,
Semakin besar daya tekanan di sisi satu maka semakin kuat pula daya
yang muncul di sisi lain. Semakin besar kesulitan yang menghimpit
semakin banyak jalan kemudahan yang terbuka.

Kesulitan, tekanan bisa jadi adalah salah satu ketakutan
manusia. Salah satu bentuk horor yang ingin dihindari. Momok yang
membuat tidak nyaman. Namun apabila berhasil ditaklukkan , bisa jadi
merupakan sumber inspirasi yang kaya. yang tak mati dan tak berhenti.
Dan kreativitas dan daya cipta akan mengalir seras mengikuti.

Di semakin pekatnya malam fajar semakin dekat.

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
(QS. Al-Insyirah 5-6)

No comments: