03 October 2008

Rindu Malang

Abu Semeru yang tercurah dari langit. Debu yang turun melayang lemah, hampa dan ragu namun merebak di sudut-sudut kota.
Teman-teman yang tercerai berai mengepak sayap sendiri-sendiri menuju mimpi masing-masing. Gang-gang. Rumah-rumah.
Warung-warung malam.
Geliat hidup.
Manusia yang terpanggang jalanan yang panas dan terjerang mentari yang terik. Keringat yang mengalirr menderas tak henti bagai sungai Kali Brantas yang membelah Malang.

Bangga, sedih, kecewa, adalah Malang bagiku.
Tempat aku berjalan setapak demi setapak dalam perjalanan menjadi diri sendiri. Tempat aku sering terjatuh dan mencoba terus untuk bisa memungut pelajaran darinya.

Mengingat semua hari dan kenangan yang pernah terlalui bersama. Futsal. Berkendara malam-malam. Kampus dan komsat tempat kami tertatih-tatih belajar menerima tanggungjawab bersama, segala salah paham yang pernah mewarnai, segala kekesalan dan pengampunan yang pernah mengambil tempat dalam hidup kami adalah pelajaran seribu SKS (Sistem Kredit Semester) bagiku.

Jalan MT Haryono. Gajayana. Sumbersari. Veteran. Kerto-kerto. Toko buku. Perempatan-perempatan. Berdenyut, meruas di jalan nadiku.
Segala harap, segala rindu, segala kecewa, segala sedih, segala cinta, berdetak terkecap dalam hati.

Dan ketika senja mulai pergi hari ini di Sukabumi, entah cemas entah harap, yang membuatku teringat tentang Malang.

Tapi yang pasti aku akan kembali ke Malang.
Karena kerja belum selesai. Dan janji belum tunai.

Buat Catur, Toto, Danny, Fajar.
Yang lainnya ingin saya sebut dalam hati.

______________________________________
Kenapa ?? disaat-saat seperti ini aku teringat terus sesuatu... apa ya?? Saat berkunjung ke handai taulan. Saat ngerjakan pemetaan fishing ground ikan tuna. Saat ngitungin statistik produksi perikanan Pelabuhanratu. Saat leyeh-leyeh, saat menyusuri jalan, terus teringat aku sesuatu. Seingatku dulu aku pernah seperti ini. Pas pertama-pertama liburan kuliah dan meninggalkan Malang.

1 comment:

taufan said...

nte kangen siapa akh..? ;)